Ketika Mencintai Tanpa Syarat


Setiap makhluk hidup dianugerahi perasaan cinta dan kemudian akan dicintai juga. Cinta mampu mewarnai dunia ini sehingga generasi manusia bertumbuh dan lestari. Anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi pengganti yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan cinta dunia menjadi lebih berwarna.

Cinta adalah energy yang menggerakkan kemajuan, berkorban, ketabahan bahkan keuletan. Apa yang menggerakkan seekor induk burung kenari yang mengerami empat butir telor di sarang selama kurang lebih 21 hari. Kemudian anak-anak mungil kenari menetas menjadi 4 bayi kenari yang imut sekaligus ringkih.

Sang bunda kenari, bangun di pagi yang buta, sudah berpayah mengupas biji-bijian, dedaunan dan makanan lainnya untuk disuap buat empat bayi mungil yang mulutnya tidak pernah berhenti bercericit, mulut yang terus terbuka walaupun matanya masih tertutup. Rutinitas tanpa lelah, tanpa henti dari pagi sampai petang, coba kita bayangkan betapa repotnya sang bunda kenari.

Kenari kecil yang baik hati tanpa lelah merawat anak-anaknya sampai dewasa, adakah keluhan dengan segala kekurangan sang anak-anak, tampaknya tidak pernah, karena ia mencintai anak-anaknya apa adanya, ditumpahkan semua usaha dan kasih sayang kepada anak anaknya.

Cinta tanpa syarat kita terhadap anak-anak mungil buah hati akan membuat kita tak pernah mensyaratkan, namun semangat menjaga amanah, mendidik dan segalanya dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah ada kecewa dengan kondisi anak kita, yang mungkin belum berprestasi secara akademis misalnya, atau kekurangan lainnya yang membuat kita kadang merasa minder, “kok anakku sebegininya sih”.

Anak adalah kertas putih yang akan menjadi apa saja, baik dan buruk. Tugas orang tua untuk memberi warna-warna terbaik sehingga kertas tersebut menjadi lukisan mahakarya yang tak ternilai harganya.
Proses mendidik, mengasuh anak adalah sebuah proses panjang, jangan pernah menyerah dengan kekurangan-kekurangan yang ada pada anak-anak kita, justru kekurangan itu adalah tantangan kita untuk terus belajar, menemukan pola asuh yang sesuai dengan anak kita. Karena sesungguhnya anak kita adalah anugerah terindah dan teristimewa. Jadi jangan ada syarat untuk cinta kita pada buah hati tercinta.( Warsito Suwadi)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.